cha

1 Dec

smp1bojonegoro: Alo…
ph_csonline_3: malam
smp1bojonegoro: yoi
smp1bojonegoro: tadi dah tranfer 90.000
smp1bojonegoro: tuk domain
smp1bojonegoro: smp1bojonegoro.net
ph_csonline_3: untuk biaya perpanjangan domain .net itu sebesar Rp.95.000,- mas
ph_csonline_3: klo boleh tau itu mas harganya didapat dari mana yach
ph_csonline_3: ?
ph_csonline_3: http://www.pasarhosting.com/domain/international/
smp1bojonegoro: entar…
ph_csonline_3: maksud mas?
smp1bojonegoro: ya tunggu
smp1bojonegoro: bentar
ph_csonline_3: ok
smp1bojonegoro: tuh harga dari mba Sidan
smp1bojonegoro: 90.000
smp1bojonegoro: sebelumnya dah sy tranfer 360.000
smp1bojonegoro: tuk  hosting
smp1bojonegoro: tgl 6 juni kalo ga salah
smp1bojonegoro: sy pikir hrg itu skaligus domain
ph_csonline_3: saya cek untuk hostingnya sudah di renewal
smp1bojonegoro: renewal apa ya maksudnya..
ph_csonline_3: sudah di perpanjang maksud saya
smp1bojonegoro: mmmm begini ceritanya..
smp1bojonegoro: domain smp1bojonegoro.net sudah sy beli sejak 2007
smp1bojonegoro: kmaren sy pikir 360.000 tu sekaligus harga domain
smp1bojonegoro: ternyata tgl 13 web macet
smp1bojonegoro: sy bilang ke mba Sidan tlong pgang dulu domain sy
smp1bojonegoro: jangan sampe diambil orang
smp1bojonegoro: baru skrg bisa tranfer  tuk domain
smp1bojonegoro: eh tadi pagi
smp1bojonegoro: sori repot
smp1bojonegoro: g
smp1bojonegoro: tu
smp1bojonegoro: gitu kang…
ph_csonline_3: ini domain sama hosting berbeda emailnya ya mas
smp1bojonegoro: mmm iya kale..
ph_csonline_3: mungkin coba besok mas konfirmasikan kembali ke mba sidan
smp1bojonegoro: s1sbi@smp1bojonegoro.net tu sejak th 2007
ph_csonline_3: untuk perpanjangan domainnya
smp1bojonegoro: skrg arahkan ke mastercero@yahoo.com saja
smp1bojonegoro: semua info tagihan dan informasi
smp1bojonegoro:  s1sbi@smp1bojonegoro.net itu waktu daftar di gegar.com th 2007 yang lalu
ph_csonline_3: iya mas jadi coba besok mas konfirmasikan kembali ke mbak sidan mengenai permasalahan perpanjangan domain ini
smp1bojonegoro: lha apanya yh sulit kang Fery
ph_csonline_3: mengenai harga nya itu mas
smp1bojonegoro: OOooo
ph_csonline_3:😀 .. menjaga ada missed comuniccate aja mas
smp1bojonegoro: yoi … trims
smp1bojonegoro: tapi skrg bisa diaktifkan ga domainnya..
smp1bojonegoro:🙂
ph_csonline_3: bisa mas…tapi tidak langsung bisa di akses karena ada delay untuk proses resolvednya
smp1bojonegoro: brapa jam..
ph_csonline_3: kurang lebih 1×24 jam mas
smp1bojonegoro: Mmm ok.. sy tunggu
ph_csonline_3: jadi mas mempunyai kekurangan pembayaran sebesar Rp.5000,-
smp1bojonegoro: lha katanya nunggu konformasi dgn mba Sidan
smp1bojonegoro: ?
ph_csonline_3: iya maksud saya coba nanti mas konfirmasi kan dengan mbak sidan mengenai biaya nya
smp1bojonegoro: oia beres
ph_csonline_3: karena harga perpanjangan domain .net itu 95
ph_csonline_3: kenapa mbak sidan mengasih harga 90
smp1bojonegoro: ok trims bantuannya
ph_csonline_3: ok

Jadi Huffaz Qur’an. Siapa takut?

15 Jun

Indonesia Tuan Rumah Konferensi Penghafal Al-Quran

Indonesia menjadi tuan rumah konferensi penghafal Al-Quran se-Asia Pasifik pada 7-10 Mei 2010. Konferensi insya Allah akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal Jakarta dan Hotel Cemara Jakarta.

Kepercayaan dunia internasional itu diberikan kepada Rabithah Ma’ahid Al-Quran Indonesia yang memfokuskan pada tahfizhul Quran (menghafal Al-Quran). Dengan kepercayaan itu Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki posisi yang strategis untuk turut memberi kontribusi bagi terwujudnya tatanan dunia yang penuh dengan kedamaian, keharmoniasan dalam tata nilai perilaku terpuji, dan ketaatan yang memberi efek bagi terciptanya hubungan sosial manusia yang baik (akhlakul karimah).

Perilaku sosial yang demikian itu sesungguhnya merupakan refleksi dari ketaatan umat Islam terhadap agamanya, yang salah satunya dicerminkan dengan menghafal Al-Quran. Konferensi ini akan dihadiri oleh 9 negara, yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Australia, Cina, dan Jepang. Selain itu akan dihadiri juga oleh 100 pendiri dan pengelola lembaga tahfizh Al-Quran se-Indonesia.

Pembukaan konferensi ini akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal tanggal 7 Mei 2010, setelah salat Jumat yang akan dihadiri oleh Menteri Agama dan para duta besar negara sahabat. Konferensi boleh dihadiri oleh seluruh umat Islam Indonesia.

Tema besar yang akan diangkat dalam konferensi ini adalah ‘Peran Para Huffazh di Masyarakat’. Tema ini sengaja diangkat untuk memetakan sekaligus mempertegas bahwa posisi para huffazh di tengah-tengah masyarakat muslim memiliki peran kontribusi yang signifikan.

.

Ushul-Ushul Dakwah

29 Apr
Ushul dakwah adalah tertib yang dipakai jamaah sewaktu keluar fisabilillah maupun amal maqomi

Yang diperbanyak
a. Dakwah illallah
b.Ta’lim wa’talum
c. Dzikir Ibadah
d. Khidmat

Yang dikurangi
a. Kurangi makan dan minum
b. Kurangi tidur dan istrirahat
c. Kurangi keluar dari linkungan masjid
d. Kurangi bicara yang sia-sia

Yang ditinggalkan
a. Berharap kepada makhluk
b. Meminta kepada makhluk
c. Ghoshop
d. Boros dan mubazir

Yang tidak disentuh
a. Masalah Politik praktis baik dalam maupun luar negeri
b. Khilafiyah
c. Status
d. Sumbangan

Yang didekati
a. Ulama Pondok Pesantren
b. Da’i
c. Ahli Dzikir
d. Musonif (pengarang Kitab)

Mengenal Jamaah Tabligh

4 Apr

I. Pengertiannya

Jama’ah Tabligh adalah sebuah jama’ah Islamiyyah yang da’wahnya berpijak kepada penyampaian (tabligh) tentang keutamaan-keutamaan ajaran Islam kepada setiap orang yang dapat dijangkau. Jama’ah ini menekankan kepada setiap pengikutnya agar meluangkan sebagian waktunya untuk menyampaikan dan menyebarkan da’wah dengan menjauhi bentuk-bentuk kepartaian dan masalah-masalah politik.

Barangkali cara demikian lebih cocok mengingat kondisi ummat Islam di India yang merupakan minoritas dalam sebuah masyarakat besar.

II. Sekilas Tentang Berdirinya Jama’ah Tabligh dan Tokoh-tokohnya

Jamaah ini didirikan oleh Syeikh Muhammad Ilyas Kandahlawi (1303-1364). Ia dilahirkan di Kandahlah, sebuah desa di Saharnapur, India. Ummat Islam India saat itu sedang mengalami kerusakah akidah, dan degradasi moral yang dahsyat. Ummat Islam telah tidak akrab lagi dengan syiar-syiar Islam. Di samping itu, juga terjadi pencampuran antara yang baik dan yang buruk, antara iman dan syirik, antara sunnah dan bid’ah. Lebih dari itu, juga telah terlah terjadi gelombang pemusyrikan dan pemurtadan yang didalangi oleh para misionaris Kristen di mana Inggris saat itu sedang bercokol menjajah India.

Gerakan misionaris yang didukung Inggris dengan dana yang sangat besar itu telah berusaha membolak-balikkan kebenaran Islam, dengan menghujat ajaran-ajarannya dan mendiskreditkan Rasulullah saw. Bagaimana membendung kristenisasi dan mengembalikan kaum Muslimin yang “lepas” ke dalam pangkuan Islam? Itulah yang menjadi kegelisahan Muhammad Ilyas. Muhammad Ilyas tumbuh berkembang di lingkungan keluarga sangat agamis dan dengan tradisi keilmuan yang sangat kental. Ayahnya Muhammad Ismail adalah seorang penganut tasawwuf yang sangat abid dan zahid. Dia telah mengabdikan hidupnya dalam ibadah dan tidak lagi terlalu disibukkan dengan urusan dunia. Hari-harinya disibukkan dengan mengajar Al Quran. Muhmmad Ilyas telah hafal Al Quran dalam usia yang sangat muda. Dia belajar kepada kakak kandungnya sendiri yang bernama Syeikh Muhammad Yahya. Setelah itu, dia belajar di madrasah Madhahirul Ulum, di kota Saharanpur. Dan pada tahun 1326 H dia berangkat menuju Deoband. Sekolah ini merupakan sekolah terbesar untuk pengikut Imam Hanafi di anak benua India yang didirikan pada tahun 1283 H/1867 M. Di sini dia belajar hadits Jami’ Shahih Turmidzi dan Shahih Bukhari dari seorang alim yang bernama Mahmud Hasan. Kemudian melanjutkan belajar Kutub As-Sittah pada kakaknya sendiri Muhammad Yahya yang wafat pada tahun 1334 H. Setelah selesai belajar di Deoband dia ditugaskan sebagai tenaga pengajar di madrasah Madhahirul Ulum pada tahun 1328. Setelah itu, dia kembali ke tempat kelahirannya dan pergi ke Hijaz, Saudi Arabia, untuk menunaikan ibadah haji.

Sebagai seorang yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi pada kelangsungan ajaran Islam, kesempatan menunaikan ibadah haji ini dia gunakan untuk bertemu dengan berbagai kalangan ulama memperbincangkan cara pengembangan terbaik dakwah Islam di India khususnya. Dia menimba pendapat dan pandangan para ulama yang sempat dia temui sebagai saran dan masukan berharga untuk pengembangan Islam. Dia pergi ke Madinah dan tidur di mesjid Nabawi selama tiga malam. Di saat itu dia puasa, shalat dan berdoa meminta petunjuk pada Allah jalan terbaik untuk kelanjutan dakwah Islam. Dia kemudian kembali ke India dan memikirkan apa sebenarnya yang telah membuat umat Islam kehilangan roh Islamnya yang hakiki. Dalam perenungannya yang dalam inilah, Allah memberi dia petunjuk bahwa sebab utama jatuhnya kaum Muslimin adalah karena mereka telah lalai akan makna imam pada Allah dan apa yang dibawa oleh Rasulullah. Sehingga manusia tidak lagi mengerti apa sebenarnya yang ada dalam Islam. Syeikh Ilyas melihat, kelangsungan sebuah dakwah dan penyebarannya tidak akan wujud kecuali dakwah itu berada di tangan-tangan orang yang benar-benar rela dan ikhlas berkorban demi kepentingan dakwah dan hanya mengharapkan sepenuhnya ridla Allah tanpa menggantungkan diri pada bantuan dari manapun.

Oleh karenanya, gerakan ini lebih menekankan meminta pengobanan waktu kaum Muslimin dengan melakukan khuruj–keluar di jalan Allah untuk berdakwah– daripada meminta pada mereka bantuan uang dan materi. Di sinilah segi menarik jamaah ini, dimana pengorbanan menjadi salah satu tiang utama dalam berdakwah. Bahkan dalam setiap perjalanan dakwah itu, semua keperluan ditanggung oleh masing-masing dai yang bersangkutan. Sepeninggal Syeikh Muhammad Ilyas Kandahlawi kepemimpinan JT diteruskan oleh puteranya, Syeikh Muhammad Yusuf Kandahlawi (1917-65). Ia dilahirkan di Delhi. Sebagaimana ayahnya, dalam mencari ilmu ia sering berpindah-pindah tempat dan guru sekaligus menyebarkan dakwah. Ia wafat di Lahore dan jenazahnya dimakamkan disamping orang tuanya di Nizham al Din, Delhi. Kitabnya yang terkenal adalah Amani Akhbar, berupa komentar kitab Ma’ani al Atsar karya Syeikh Thahawi dan Hayat al Shahabah.

Kemudian penyebaran JT ini dilanjutkan oleh Amir yang ketiga ialah In’am Hasan. Jamaah ini muncul di India kemudian tersebar ke Pakistan dan Banglades, negara-negara Arab dan ke seluruh dunia. Di antara negara-negara yang banyak pengikutnya yaitu, Mesir, Sudan Irak, Banglades, Pakistan, Suriah, Yordania, Palestina, Libanon. Pimpinan pusatnya berkantor di Nizhamuddin, Delhi. Dari sinilah urusan dakwah internasionalnya dikomando. Dalam Jamaah ini dikenal enam prinsip (doktrin) yang menjadi asas dakwahnya, yaitu: kalimah agung (syahadat), menegakkan shalat, ilmu dan dzikir, memuliakan setiap Muslim, ikhlas, berjuang fisabilillah (keluar/khuruj). Metode dakwah jamaah ini berpijak kepada tabligh dalam bentuk targhib (memberi kabar gembira) dan tarhib (mengancam). Mereka telah berhasil menarik banyak orang ke pangkuan iman. Terutama orang-orang tenggelam dalam kelezatan dan dosa. Orang-orang tersebut diubah kejalan kehidupan penuh ibadah, dzikir dan baca quran.

III. Para Syaikh Jama’ah Tabligh yang Terkenal.

Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi, pendiri jama’ah dan merupakan Amir pertamanya. Pertama kali ia belajar kepada kakak kandungnya, yaitu Syaikh Muhammad Yahya, seorang guru di Madrasah Mazhahir al-Ulum Saharnapur. Syaikh Rasyid Ahmad Kankuhi (I829—I905) yang dibaiat menjadi anggota jama’ah pada .tahun I3I5 H oleh Syaikh Muhammad Ilyas. Kemudian ia memperbaharui baiatnya kepada Syaikh Khalil Ahmad Saharnapuri. Syaikh ini mempunyai hubungan dekat dengan Syaikh Abdurrahim Ra’i Fauri dan banyak menimba ilmu dan pendidikan darinya. Ia juga berguru kepada Syaikh Asraf Ali al-Tahanawi (1280—I364 H/ I863—1943 M) yang bergelar Hakim Ummat dan kepada Syaikh Muhammad Hasan (I268—1339 H/I851—I920 M), salah seorang tokoh ulama Madrasah Deoband dan pemimpin Jama’ah Tabligh.

IV. Pemikiran dan Doktrin-Doktrinnya

Oleh pendiri Jama’ah telah ditetapkan 6 prinsip yang menjadi asas da’wahnya, yaitu:

  1. Kalimah agung.
  2. Menegakkan shalat.
  3. Ilmu dan dzikir.
  4. Memuliakan setiap Muslim.
  5. Ikhlas.
  6. Berjuang fi sabilillah.

Metode da’wah mereka menempuh jalan berikut:

  1. Sebuah kelompok dari kalangan Jama’ah, dengan kesadaran sendiri, bertugas melakukan da’wah kepada penduduk setempat yang dijadikan obyek da’wah. Masing-masing anggota kelompok tersebut membawa peralatan hidup sederhana dan bekal serta uang secukupnya. Hidup sederhana merupakan ciri khasnya.
  2. Begitu mereka sampai ke sebuah negeri atau kampung yang hendak dida’wahi, mereka mengatur dirinya sendiri. Sebagian ada yang membersihkan tempat yang akan ditinggalinya dan sebagian lagi keluar mengungjungi kota, kampung, pasar dan warung-warung, sambil berdzikir kepada Allah. Mereka mengajak orang-orang mendengarkan ceramah atau bayan (menurut istilali Jama’ah).
  3. Jika saat bayan tiba, mereka semua berkumpul untuk mendengarkannya. Setelah bayan selesai, para hadirin dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang da’i dari Jama’ah. Kemudian para da’i tersebut mulai mengajari cara berwudhu’, membaca fatihah, shalat atau membaca al-Qur’an. Mereka membuat halaqat-halaqat seperti itu dan diulanginya berkali-kali dalam beberapa hari.
  4. Sebelum mereka meninggalkan tempat da’wah, masyarakat setempat diajak keluar bersama untuk menyampaikan da’wah ke tempat lain. Beberapa orang secara sukarela menemani mereka selama satu sampai 3 hari atau sepekan, bahkan ada yang sampai satu bulan. Semua itu dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing sebagai realisasi firman Allah:
  5. “Kalian adalah sebaik-baik ummat yang ditampilkan ke tengah-tengah manusia.” (Q.S, Ali ‘Imran : 110)
  6. Mereka menolak undangan walimah (kenduri) yang diselenggarakan penduduk setempat. Tujuannya agar tidak terganggu oleh masalah-masalah di luar da’wah dan dzikir serta amal perbuatan mereka tulus karena Allah semata.
  7. Dalam materi da’wah, mereka tidak memasukkan ide penghapusan kemungkaran. Sebab, mereka meyakini bahwa sekarang ini masih berada dalam tahap pembentukan kondisi kehidupan yang Islami. Perbuatan mendobrak kemungkaran, selain sering menimbulkan kendala dalam perjalanan da’wah mereka, juga membuat orang lari.
  8. Mereka berkeyakinan, jika pribadi-pribadi telah diperbaiki satu persatu, maka secara otomatis kemungkaran akan hilang.
  9. Keluar, tabligh dan da’wah merupakan pendidikan praktis untuk menempa seorang da’i. Sebab seorang da’i harus dapat menjadi qudwah dan harus konsisten dengan da’wahnya.

Mereka memandang taqlid kepada madzhab tertentu adalah wajib. Konsekwensinya mereka melarang ijtihad dengan alasan sekarang ini tidak ada ulama yang memenuhi syarat sebagai seorang Mujtahid.

Dalam beberapa hal mereka terpengaruh oleh cara-cara ,sufisme yang tersebar di India. Karena itu mereka menerapkan praktek-praktek sufistik seperti berikut:

  1. Setiap pengikutnya diharuskan melakukan bai’at kepada Syaikhnya. Barangsiapa meninggal, dan ditengkuknya tidak ada bai at maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah. Sering bai’at kepada Syaikh ini dilakukan di tempat umum dengan cara membeberkan selendang-selendang lebar yang saling terkait sambil mengumandangkan bai’at secara serentak. Bai’at semacam ini sering pula dilakukan di hadapan massa wanita.
  2. Sangat berlebihan dalam mencintai Syaikh. Apalagi kepada Rasulullah SAW, mereka melakukan hal-hal yang di luar tatakrama yang harus diiltizami dalam menghormati Rasulullah.
  3. Menjadikan mimpi-mimpi menduduki kenyataan-kenyataan kebenaran sehingga mimpi-mimpi tersebut dijadikan landasan beberapa masalah yang mempengaruhi perjalanan da’wahnya.
  4. Meyakini tashawwuf sebagai jalan terdekat mewujudkan rasa manisnya iman di dalam kalbu.
  5. Senantiasa menyebut-nyebut nama tokoh-tokoh tashawwuf seperti Abdulqadir Jailani (Lahir di Jailan tahun 470 H), Suhrawardi, Abu Manshur Maturidi (Wafat tahun 332 H) dan Jalaluddin al-Rumi (Lahir tahun 604 H) pengarang kitab Al-Matsani.

Metode da’wah mereka berpijak kepada tabligh dalam bentuk targhib (memberi kabar gembira) dan tarhib (mengancam) serta sentuhan-sentuhan emosi. Mereka telah berhasil menarik banyak orang ke pangkuan iman. Terutama orang-orang yang tenggelam dalam kelezatan dan dosa. Orang-orang tersebut diubah ke dalam kehidupan penuh ibadah, dzikir dan baca Qur’an. Jama’ah Tabligh selalu menjauhi pembicaraan masalah politik. Bahkan anggota Jama’ahnya dilarang keras terjun ke gelanggang politik. Setiap orang yang terjun ke politik mereka kecam. Barangkali inilah pokok perbedaan mendasar antara Jama’ah Tabligh dengan Jama’ah Islamiyyah yang memandang perlu berkonfrontasi menentang musuh-musuh Islam di Anak Benua tersebut.

V. Beberapa Catatan dan Manfaat yang Dapat Diambil.

Mereka memperluas diri secara horizontal-kuantitatif. Tetapi mereka lemah dalam mencapai keunggulan kualitatif. Sebab mencapai keunggulan kualitatif memerlukan pemeliharaan dan ketekunan yang berkesinarnbungan. Inilah yang tidak dimiliki Jama’ah Tabligh. Sebab, orang yang mereka da’wahi hari ini belum tentu akan mereka jumpai sekali lagi. Malah tidak jarang orang yang telah mereka da’wahi kembali lagi ke dalam kehidupan semula yang penuh gemerlapan dan kemewahan.

Orang-orang yang mereka da’wahi tidak diikat dalam satu struktur organisasi yang rapi. Ikatan lebih dititik beratkan kepada semacam kontak antar pribadi dengan da’i yang berlandaskan saling pengertian dan cinta kasih. Dalam kontek penegakan hukum Islam dalam kehidupan nyata dan dalam menghadapi aliran-aliran berfikir yang telah mengerahkan segala potensi dan kemampuan untuk merusak dan memerangi Islam dan ummatnya, gerakan mereka sama sekali tidak memadai. Pengaruh da’wahnya lebih membekas secara jelas kepada para pengurus Masjid. Sedangkan kepada orang-orang yang sudah mempunyai pemikiran dan ideologi tertentu, hampir-hampir pengaruhnya tidak ada. Dapat juga dikatakan bahwa mereka mengambil Islam sebagian dan meninggalkan sebagiannya. Memilah-milah hakikat Islam jelas bertentangan dengan watak Islam yang utuh.

VI. Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya.

Jama’ah Tabligh adalah jama’ah Islam yang sumber utamanya adalah Qur’an dan Sunnah. Sedangkan thareqatnya Ahlussunnah wa al-Jama’ ah. Jama’ah ini banyak dipengaruhi ajaran tasauf dan thareqat seperti thareqat Jusytiyyah di India. Mereka mempunyai pandangan khusus terhadap tokoh-tokoh tasauf dalam masalah pendidikan dan pengarahan. Di antara mereka ada yang berkeyakinan bahwa pemikirannya diambil dari Jama’ah al-Nour di Turki.

VII. Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya.

Pertama kali muncul di India kemudian tersebar ke Paldstan dan Bangladesh, negara-negara Arab dan ke seluruh dunia Islam. Jama’ah ini mempunyai banyak pengikut di Suriah, Yordania, Palestina, Libanon, Mesir, Sudan, Iraq dan Hijaz. Da’wah mereka telah tersebar di sebagian besar negara-negara .Eropa, Amerika, Asia dan Afrika. Mereka memiliki semangat dan daya juang tinggi serta tidak mengenal lelah dalam berda’wah di Eropa dan Amerika. Pimpinan pusatnya berkantor di Nizhamuddin, Delhi. Dari sinilah semua urusan da’wah internasionalnya diatur.

Dana kegiatannya dipercayakan kepada para da’i sendiri. Ada pula dana yang dikumpulkan secara terpisah-pisah, tidak terorganisasi, dari beberapa donatur langsung, atau dengan cara mengirim da’i atas biaya donatur tersebut.

VIII. Refrensi:

Gerakan Keagamaan dan Pemikiran (Akar Ideologis dan Penyebarannya) Lembaga Pengkajian dan Penelitian WAMY (World Assembly Of Muslim Youth) 1999.

Tutup Auratmu

31 Mar

Ini adalah ayat yang biasa dipakai abah untuk mengajak murid2nya jilbaban

59.  Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[1232]  Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada (QS Al-Ahzab: 59).

31.  Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS An-Nuur: 31).

Iman Kepada Allah

12 Mar

Menurut bahasa artinya meyakini /mempercayai. Iman menurut istilah artinya menyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan dengan perbuatan.

Iman kepada Allah SWT artinya dengan sepenuh hati dengan lisan dan perbuatan bahwa Allah itu ada dengan segala sifat kesempurnaan-Nya sebagai Tuhan. Perbuatan nyata dan rasa Iman itu ialah mau menyembah-Nya serta tunduk dan patuh terhadap perintah-Nya.

Orang yang demikian disebut mukmin, tetapi orang yang menyatakan beriman dan tidak mau tunduk dan patuh terhadap perintah Allah tergolong orang ingkar.

Iman kepada Allah merupakan fondasi dasar dalam ajaran Islam. Karena iman merupakan suatu jembatan semangat dapat meraih ketenangan hidup di dunia menuju kebahagiaan di akhirat.

Berbicara tentang iman kepada Allah SWT, mendasari keimanan berikutnya yaitu iman kepada malaikat, kitab-kitab, rasul, dan hari akhir dan qodo/qodar(takdir).

Tentang rukun iman tersebut Allah SWT telah menjelaskan dalam Al Qur’an surat An Nisa 136.

Artinya: “Wahal orang-o rang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan han kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesatsejauh-jauhnya”. (QS. An Nisa: 136).